The Effect of Additional Kitosan Rajungan (Portunus pelagicus) Edible Coating on Dodol Betawi Sensory

  • Pola Panjaitan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Reva Fiani Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Aripudin Aripudin Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Catur Pramono Adi Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Liliek Soeprijadi Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
Keywords: Crabs, Chitosan, Edible Coating, Dodol Betawi

Abstract

The research objective was to determine the effect of the edible coating of crab chitosan on the sensory quality of Betawi dodol. The process of making crab chitosan edible coating starts from mixing chitosan, 1% acetic acid, and glycerol, immersing dodol into edible coating solution, and storage. Edible coating with a concentration of 4% chitosan (K3) can maintain appearance and texture values ​​until day 12 and aroma until day 16, longer than K0 and K1 treatments can only maintain appearance and texture values ​​until day 4 and aroma until the 8th day and K2 which can maintain the appearance and texture values ​​until the 8th day and the aroma until the 12th day and there is no difference in the taste values ​​in the three treatments. Based on the Friedman test, the parameters of appearance, aroma, and texture have a sig. <0.05 so that H1 is accepted and H0 is rejected, which means that the difference in chitosan concentration has a significant effect. Meanwhile, the Friedman taste test has a sig.> 0.05 so that H0 is accepted and H1 is rejected, which means that the difference in chitosan concentration does not have a significant effect.

References

Asiah, N., Cempaka, L., & David, W. (2018). Pendugaan Umur Simpan Produk Pangan. Panduan Praktis Pendugaan Umur Simpan Produk Pangan. Jakarta: UB. Press Penerbitan Universitas Bakrie.

Badan Standardisasi Nasional. (1992). Cara Uji Makanan dan Minuman .SNI 01.2891.1992. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2015). Pedoman Pengujian Sensori Pada Produk Perikanan. SNI 2346:2015. Badan Standardisasi Nasional.

Hastuti, S., Arifin, S., & Hidayati, D. (2012). Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Perisa Makanan Alami. ARGOINTEK, 6(2), 88–96.

Lalenoh, A., & Cahyono, E. (2018). Karakterisasi Kitosan Dari Limbah Rajungan (Portunus pelagicus). Jurnal Ilmiah Tindalung, 4(1), 30–33.

Nasyiah, N., Darmanto, Y., & Wijayanti, I. (2014). Aplikasi Edible Coating Natrium Alginat Dalam Menghambat Kemunduran Mutu Dodol Rumput Laut. Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(4), 82–88.

Nurhayati, & Agusman. (2011). Edible Film Kitosan dari Limbah Udang sebagai Pengemas Pangan Ramah Lingkungan. Squalen, 6(1), 38–44.

Rochima, E. (2014). Kajian Pemanfaatan Limbah Rajungan Dan Aplikasinya Untuk Bahan Minuman Kesehatan Berbasis Kitosan. Jurnal Akuatika Indonesia, 5(1).

Sari, F. D. (2014). Pembuatan Edible Coating Antimikroba Kayu Manis untuk Dodol Talas. Bogor.

Sholeh, K. (2018). Kinerja Ekspor Perikanan Indonesia. Jakarta: Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Perikanan.

Suharto, S., Romadhon, & Redjeki, S. (2016). Analisis Susut Bobot Pengukusan dan Rendaman Pengupasan Rajungan Berukuran Berbeda dan Rajungan Bertelur. Fisheries Science and Technology (IJFST), 12(1), 47–51.

Wardaniati, R. A., & Setyaningsih, S. (2009). Pembuatan Chitosan Dari Kulit Udang dan Aplikasinya Untuk Pengawetan Bakso. Jurnal Fakultas Teknik, 1–5.

Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarti, C., Miskiyah, & Widaningrum. (2012). Teknologi produksi dan aplikasi pengemas. J. Litbang Pert., 31(3), 85–93.

Yahya, K., Naiu, A. S., & Yusuf, N. (2015). Karakteristik Organoleptik Dodol Ketan yang Dikemas dengan Edible Coating dari Kitosan Rajungan Selama Penyimpanan Suhu Ruang. Perikanan Dan Kelautan, 3(September), 111–117.

Published
2020-12-15
How to Cite
Panjaitan, P., Fiani, R., Aripudin, A., Pramono Adi, C., & Soeprijadi, L. (2020). The Effect of Additional Kitosan Rajungan (Portunus pelagicus) Edible Coating on Dodol Betawi Sensory. Jurnal Airaha, 9(02), 155 - 160. https://doi.org/10.15578/ja.v9i02.187
Section
Articles