The Coral Reef Ecosystem of Raja Ampat Island Arborek, West Papua

  • Dian Sutono HS Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Robert Perangin-angin Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
  • Mustasim Mustasim Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
Keywords: Coral, diversity, evenness, dominance

Abstract

Raja Ampat Regency is known to have tropical marine biodiversity which is estimated to be the richest in the world at the moment. Potential coral reef resources owned by Raja Ampat Regency, are part of the "Coral Triangle" (Coral Triangle) with the coral reef ecosystems in shallow exposure on almost all of the islands. Arborek Island is one of the Marine Protected Areas (MPA) destinations of tourists who enter the Meos Mansar Raja Ampat District, West Papua." Primary data collection was carried out by the line transect method (Line Intercept Transect) along the 50-meters transect at a depth of 8-10 meters, with data analysis covering the percentage of coral cover, the diversity index (H’), evenness index (E), and dominance index (C) ). Based on the results of data analysis, the condition of coral reefs in Arborek Island waters has coral cover values between 11.33% - 64.67%, diversity index between 1.20 - 2.87, evenness index between 0.13 - 0.41, and dominance index between 0.16 - 0.60.

References

Adi, A. B., Mustafa, A., & Ketjulan, R. (2013). Kajian Potensi Kawasan dan Kesesuaian Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Lara Untuk Pengembangan Ekowisata Bahari. Jurnal Mina Laut Indonesia Volume 1, Nomor 1.

Dahuri, R., Rias, J., Ginting, S. P., dan Sitepu, M. J., 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, 2015. Profil Kawasan Konservasi Provinsi Papua – Papua Barat. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Ihsan, K., Elizal, dan Thamrin, 2013. The Coral Reef Condition In Cerocok Beach Waters of Painan, West Sumatera Province. Universitas Riau. Pekanbaru

Kementerian Lingkungan Hidup, 2001. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4, Tahun 2001, Tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. Kementerian Lingkungan Hidup. Jakarta

Krebs, C.J. (1989). Ecology Methodology. (No.QH541. 15. S72.K74 1999). New Yok: Harper & Row Publisher.

Maramis, J., Kaligis, F., dan Kusen, J., 2013. Distribusi Karang Lunak Di Perairan Teluk Manado Dengan Perbandingan Antara Kawasan Non Reklamasi Dan Reklamasi. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis Volume 2, Nomor 1, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Manado

Muqsit, A., Purnama, D., dan Ta’alidin, Z., 2016. Struktur Komunitas Terumbu Karang Di Pulau Dua Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Enggano Vol. 1, No. 1, April 2016, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu

Nikijuluw V., Renoldy L., dan Papilaya B. 2017. Daya Dukung Pariwisata Berkalanjutan Raja Ampat. Conservation Internasional Indonesia

Nontji, A., 2002. Laut Nusantara, Djambatan. Jakarta

Nugroho, A., 2006. Bioindikator Kualitas Air. Universitas Trisakti. Jakarta

Odum, E.P. (1971). Fundamental of Ecology. W.E. Sounders, Philadelphia

Pasanea, Y.E., 2013. Kondisi Terumbu Karang Dan Penyusunan Konsep Strategis Pengawasan Ekosistem Terumbu Karang Di Pulau Mansinam Kabupaten Manokwari. Universitas Hasanudin. Makasar.

Pongantung, N. V., 2018. Peubahan Sosial Budaya dan Ekonomi Masyarakat Kampung Arborek Kabupaten Raja Ampat Setelah Menadi Kawasan Wisata. Jurnal Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018. Ambon

Septyadi, K.A. , Widyorini, N., dan Ruswahyuni, 2013. Analisis Perbedaan Morfologi Dan Kelimpahan Karang Pada Daerah Rataan Terumbu (Reef Flate) Dengan Daerah Tubir (Reef Slope) Di Pulau Panjang, Jepara. Journal Of Management Of Aquatic Resources, Volume 2, Nomor 3. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Semarang.

Sinaga, B.P., Roeroe K. A. K. A., dan Menembu I. S., 2017. Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Salawat Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Suharsono, 2010. Jenis-Jenis Karang Di Perairan Indonesia. Pusat Penelitian Osenaografi LIPI. Coremap Program. Jakarta

Sukmara, A., Audrie, J., Siahainenia, Rotinsulu, C., 2001. Panduan Pemantauan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat Dengan Metoda Manta Tow. Proyek Pesisir - CRMP. Indonesia. Jakarta

Supriyadi, I. H., Alexander H. W., Cappenberg, Souhoka, J., Makatipu P. C., dan Hafizt, M., 2017. Kondisi Terumbu Karang, Lamun dan Mangrove Di Suaka Alam Perairan Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, Pusat Penelitian Oseanografi –Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI), Volume 23, Nomor 4, Desember 2017. Jakarta.

Suryanti, Supriharyono, Roslinawati, Y., 2011. Pengaruh Kedalaman Terhadap Morfologi Karang Di Pulau Cemara Kecil Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Saintek Perikanan Volume 7, Nomor 1, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Semarang

Sutono, D. HS, dan Lubis, S. B., 2018. Terumbu Karang Taman Wisata Perairan Pulau Pieh Sumatera Barat. Jurnal Airaha Volume VII, Nomor 2, Desember 2018. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Sorong

Yulius, Novinati, N., Arifin, T., Hadiwijaya, L., Salim, Ramdhan, M., dan Pubani, D., 2015. Distribusi Spasial Terumbu Karang Di Perairan Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Jurnal Ilmu dan Kelautan Tropis, Volume 7, Nomor 1, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelauan dan Perikanan. Jakarta.

Published
2020-06-30
How to Cite
HS, D. S., Perangin-angin, R., & Mustasim, M. (2020). The Coral Reef Ecosystem of Raja Ampat Island Arborek, West Papua. Jurnal Airaha, 9(01), 063 - 070. https://doi.org/10.15578/ja.v9i01.163
Section
Articles